WILASA ABHIMANGGALA: Bagian Mata Pelajaran Agama Buddha
Tampilkan postingan dengan label Bagian Mata Pelajaran Agama Buddha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bagian Mata Pelajaran Agama Buddha. Tampilkan semua postingan

MENGHARGAI SESAMA DAN LINGKUNGAN DAN SOAL AKM

 

MENGHARGAI SESAMA DAN LINGKUNGAN

Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Kelas: III (Tiga) SD
Kurikulum: Kurikulum Merdeka

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menunjukkan sikap peduli terhadap sesama dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.


Pendahuluan

Sebagai umat Buddha, kita diajarkan untuk hidup dengan penuh cinta kasih (mettā), kasih sayang (karuṇā), dan kebijaksanaan (paññā). Sikap peduli terhadap sesama manusia dan lingkungan merupakan wujud nyata dari ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Dengan peduli, hidup menjadi lebih damai, rukun, dan harmonis.


Peduli Sesama

Peduli sesama berarti memperhatikan, menghormati, dan membantu orang lain tanpa membeda-bedakan. Dalam ajaran Buddha, semua makhluk ingin hidup bahagia dan terhindar dari penderitaan.

Contoh sikap peduli sesama:

  • Menolong teman yang kesulitan belajar

  • Berbicara dengan sopan dan tidak menyakiti perasaan orang lain

  • Berbagi makanan atau alat tulis

  • Menghormati guru, orang tua, dan teman

Sikap peduli sesama mencerminkan pelaksanaan cinta kasih (mettā) dan tidak menyakiti makhluk lain (ahiṃsā).


Peduli pada Lingkungan

Lingkungan adalah tempat semua makhluk hidup tinggal. Menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan. Buddha mengajarkan agar manusia hidup selaras dengan alam.

Contoh sikap peduli pada lingkungan:

  • Membuang sampah pada tempatnya

  • Menghemat air dan listrik

  • Merawat tanaman dan hewan

  • Menjaga kebersihan sekolah dan rumah

Dengan menjaga lingkungan, kita melatih tanggung jawab dan rasa syukur atas alam yang memberikan kehidupan.


Kesimpulan

Menghargai sesama dan lingkungan adalah perbuatan baik yang membawa kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan peduli, kita telah mempraktikkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.


LATIHAN SOAL

A. Pilihan Ganda Tunggal (10 Soal)

Pilih satu jawaban yang paling benar!

  1. Sikap peduli terhadap sesama dalam ajaran Buddha disebut …
    A. Lobha
    B. Mettā
    C. Moha
    D. Dosa

  2. Menolong teman yang jatuh adalah contoh sikap …
    A. Egois
    B. Peduli sesama
    C. Acuh tak acuh
    D. Sombong

  3. Membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan …
    A. Lingkungan bersih
    B. Lingkungan rusak
    C. Alam lestari
    D. Udara segar

  4. Lingkungan harus dijaga karena …
    A. Milik orang kaya
    B. Tempat semua makhluk hidup
    C. Tidak berguna
    D. Mudah rusak

  5. Menghemat air adalah contoh peduli terhadap …
    A. Diri sendiri
    B. Guru
    C. Lingkungan
    D. Teman

  6. Berbicara kasar kepada teman termasuk perbuatan …
    A. Terpuji
    B. Baik
    C. Tidak peduli
    D. Sopan

  7. Menjaga kebersihan kelas membuat suasana menjadi …
    A. Kotor
    B. Tidak nyaman
    C. Nyaman
    D. Bising

  8. Cinta kasih dalam agama Buddha diajarkan kepada …
    A. Diri sendiri saja
    B. Keluarga saja
    C. Semua makhluk
    D. Teman dekat

  9. Merusak tanaman di sekolah adalah perbuatan …
    A. Baik
    B. Peduli
    C. Tidak terpuji
    D. Terhormat

  10. Peduli terhadap sesama akan menciptakan kehidupan yang …
    A. Penuh konflik
    B. Damai dan rukun
    C. Saling bermusuhan
    D. Menyedihkan


B. Pilihan Ganda Kompleks (10 Soal)

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

  1. Contoh sikap peduli sesama adalah …
    A. Membantu teman
    B. Mengejek teman
    C. Berbagi makanan
    D. Menghormati guru

  2. Cara menjaga lingkungan di sekolah …
    A. Menyiram tanaman
    B. Membuang sampah sembarangan
    C. Membersihkan kelas
    D. Merusak fasilitas

  3. Perilaku peduli lingkungan ditunjukkan dengan …
    A. Menghemat listrik
    B. Mengotori sungai
    C. Menanam pohon
    D. Merawat hewan

  4. Sikap peduli membawa manfaat …
    A. Disukai teman
    B. Menimbulkan permusuhan
    C. Hidup rukun
    D. Lingkungan bersih

  5. Yang termasuk perbuatan tidak peduli adalah …
    A. Acuh pada sampah
    B. Membantu orang tua
    C. Merusak tanaman
    D. Mengganggu teman

  6. Peduli sesama dapat dilakukan dengan …
    A. Berkata sopan
    B. Bertengkar
    C. Menolong
    D. Menghina

  7. Lingkungan yang bersih akan membuat …
    A. Sehat
    B. Nyaman
    C. Penyakit
    D. Betah

  8. Ajaran Buddha tentang peduli adalah …
    A. Mettā
    B. Karuṇā
    C. Dosa
    D. Ahiṃsā

  9. Contoh peduli hewan …
    A. Memberi makan
    B. Menyakiti
    C. Merawat
    D. Menelantarkan

  10. Manfaat peduli lingkungan …
    A. Alam lestari
    B. Banjir
    C. Udara bersih
    D. Kehidupan nyaman


C. Benar / Salah (10 Soal)

  1. Peduli sesama berarti hanya peduli pada diri sendiri. ( )

  2. Mettā berarti cinta kasih. ( )

  3. Membuang sampah pada tempatnya adalah perbuatan baik. ( )

  4. Merusak lingkungan adalah perbuatan terpuji. ( )

  5. Menolong teman adalah wujud peduli sesama. ( )

  6. Lingkungan tidak perlu dijaga. ( )

  7. Menghemat air adalah sikap peduli lingkungan. ( )

  8. Berbicara sopan membuat hubungan menjadi baik. ( )

  9. Peduli lingkungan hanya tugas orang dewasa. ( )

  10. Semua makhluk ingin hidup bahagia. ( )


D. Isian Singkat (10 Soal)

  1. Cinta kasih dalam ajaran Buddha disebut …

  2. Sikap membantu orang lain disebut sikap …

  3. Lingkungan harus dijaga agar tetap …

  4. Contoh peduli lingkungan di sekolah adalah menjaga …

  5. Membuang sampah pada tempatnya membuat lingkungan …

  6. Peduli sesama menciptakan hidup yang …

  7. Menyakiti makhluk lain bertentangan dengan ajaran …

  8. Menghemat listrik termasuk peduli pada …

  9. Menolong teman yang kesusahan adalah perbuatan …

  10. Merawat tanaman menunjukkan sikap peduli pada …


E. Uraian (10 Soal)

  1. Jelaskan arti peduli sesama!

  2. Mengapa kita harus peduli terhadap lingkungan?

  3. Sebutkan 3 contoh sikap peduli sesama di sekolah!

  4. Sebutkan 3 contoh sikap peduli lingkungan di rumah!

  5. Apa manfaat hidup peduli terhadap sesama?

  6. Apa akibat jika kita tidak menjaga lingkungan?

  7. Bagaimana cara menunjukkan cinta kasih kepada teman?

  8. Mengapa membuang sampah sembarangan tidak boleh dilakukan?

  9. Apa hubungan ajaran Buddha dengan sikap peduli?

  10. Bagaimana perasaanmu jika lingkungan di sekitarmu bersih dan rapi?

CARA MENGHORMAT AGAMA BUDDHA

Menghormat secara umum:
Membungkukkan Badan


     



Mengucapkan Salam







Menundukan Kepala



Menyapa




Bersalaman
Sikap dan Cara menghormat dalam Agama Buddha:
1.     Bersikap Anjali


Sikap Anjali
Anjali adalah menghormat dengan merangkapkan kedua telapak tangan di depan dada.
Kapan Anjali Dilakukan?
·       Ketika Berdoa
·       Ketika bertemu Bhikkhu
·       Ketika menyapa teman sedharma
·       Ketika minta izin kepada ayah dan ibu.
·       Ketika bertemu orang tua
·       Ketika bertemu Guru
2.     Bernamaskara




Namaskara adalah sujud dengan lima titik menyentuh lantai.
Apa saja lima titik itu?
Lima titik itu adalah ujung jari kaki, lutut, telapak tangan, siku dan dahi.

3.     Utthana


Utthana adalah menghormat dengan cara berdiri.
Para Bhikkhu menyambut Buddha dengan cara berdiri.
Ketika Para Bhikkhu masuk ruangan umat Buddha dapat menyambut para Bhikkhu dengan cara berdiri.
Bhikkhu adalah rohaniwan umat Buddha.
4.     Pradaksina
Pradaksina adalah menghormat dengan mengelilingi objek yang dihormati.
Berkeliling dengan bersikap anjali sambil melantunkan Paritta Suci.
Berkeliling searah jarum jam sebanyak tiga kali.

Objek yang dihormati saat pradaksina, yaitu:
1. Cetiya
2. Vihara
3. Mahavihara
4. Candi
5. Pohon Bodhi

MENGENAL SIMBOL SIMBOL AGAMA BUDDHA




Arca Buddha
1.    ARCA BUDDHA
Arca Buddha adalah lambang keluhuran. Arca Buddha sebagai lambang penghormatan Guru Agung Buddha begitu luhur. Guru Buddha sangat dihormati dan Beliau telah mengajarkan Dharma kepada dewa dan manusia.


Stupa

2.    STUPA
Stupa bentuknya seperti genta. Stupa merupakan bangunan suci agama Buddha Stupa salah satu dari objek yang dihormati umat Buddha. Stupa banyak di jumpai di candi Borobudur.
Di India kuno, bangunan stupa digunakan sebagai makam, tempat menyimpan abu kalangan bangsawan atau tokoh tertentu. Di kalangan umat Buddha, stupa menjadi tempat menyimpan abu Guru Agung Buddha. Setelah wafat lalu dan dikremasi. Setelah dikremasi, abu-Nya disimpan dalam delapan stupa terpisah yang didirikan di India Utara.

Cakra / Roda Dhamma

3.    CAKRA/ RODA DHAMMA
Cakra memiliki delapan jari-jari. Ketika kita mengendarai sebuah mobil, roda-rodanya akan terus berputar hingga sampai di tempat tujuannya. Begitu pula dengan Roda Dhamma, semenjak Guru Agung Buddha membabarkan kebenaran (Dhamma) untuk pertama kalinya, Dhamma akan terus-menerus menyebar keseluruh dunia hingga semua makhluk terbebas dari Dukkha. Roda Dhamma merupakan symbol dari perputaran ajaran Guru Agung Buddha terus berlanjut demi kebahagiaan semua makhluk. Selain itu, roda Dhamma juga dilambangkan sebagai senjata yang dapat menghancurkan ketidak tahuan dan kegelapan batin dalam diri manusia. Simbol ini juga menggambarkan khotbah HGuru Agung Buddha  yang pertama kalinya di Taman RusaI sipatana, Sarnath, India.


Teratai/ Padma/ Lotus

4.    TERATAI / PADMA / LOTUS
Teratai putih melambangkan Bodhi (Sansekerta untuk pencerahan). Murni melambangkan tubuh, pikiran dan jiwa, bersama dengan kesempurnaan spiritual dan perdamaian sifat seseorang. Sebuah bunga teratai umumnya dilengkapi dengan delapan kelopak, yang sesuai dengan Delapan Jalan Hukum Baik. Teratai putih dianggap sebagai teratai dari Buddha (tapi tidak Buddha sendiri) karena disebutkan di atas simbol-simbol yang terkait dengannya.


Pohon Bodhi / Daun Bodhi

5.    POHON BODHI/ DAUN BODHI
Pohon Bodhi menghasilkan udara segar. Selama berabad-abad, pepohonan telah menyediakan naungan dan perlindungan bagi manusia maupun binatang. Pohon Bodhi adalah pohon tempat naungan Petapa Gautama ketika Beliau mencapai penerangan sempurna, menjadi Yang Agung Buddha. Saat ini, pohon Bodhi dihormati sebagai pencerminan keagungan dan kebijaksanaan  Guru Agung Buddha. Pohon Bodhi ini juga dilambangkan sebagai pohon kehidupan. Menghormat pada pohon Bodhi merupakan salah satu cara untuk menunjukkan rasa penghormatan dan syukur kita, umat Buddha, atas kebijaksanaan dan ajaran yang telah dibabarkan oleh Guru Agung Buddha. Oleh sebab itu Pohon Bodhi mempunyai makna penerangan sempurna. Bodhi artinya penerangan sempurna.

Jejak Telapak Kaki Buddha

6.    JEJAK KAKI BUDDHA
Jejak kaki Guru Agung Buddha ini sangatdihargai di seluruh Negara Buddhis. Secara garis besar, jejak kaki yang sangat skematis ini memperlihatkan seluruh jari kaki yang sama panjang dan terpahat di atas batu. Biasanya, jejak kaki ini memperlihatkan tanda-tanda, baik itu Dharmachakra atau Chakra di tengah telapak kaki, maupun menunjukkan tiga puluh dua (32), seratus delapan (108), atau seratus tiga puluh dua (132) dari tanda-tanda istimewa Guru Agung Buddha. Jejak kaki Guru Agung Buddha ini digunakan sebagai perlambangan atas diri Guru Agung Buddha sebelum perlambangan Guru Agung Buddha dalam bentuk patung manusia (Buddha Rupang) dibuat.
Kesimpulannya adalah Jejak kaki Buddha adalah lambang dari kehadiran Buddha dalam mengajarkan Dharma di dunia. Kita sebaiknya melaksanakan atau mempraktikan ajaran Buddha.


Bendera Buddhist

7.    BENDERA BUDDHIST
Bendera Buddhist ada enam warna. Keenam warna itu berasal dari sinar tubuh Buddha saat bermeditasi.
a.    Biru berarti bakti
b.    Kuning berarti bijaksana
c.    Merah berarti cinta kasih
d.    Putih berarti suci
e.    Jingga berarti semangat
f.     Campuran lima warna berarti kegiatan praktik dari makna kelima warna bendera Buddist

Swastika

8.    SWASTIKA
Swastika (Svastika) berasal dari bahasa Sanskerta ‘su’ yang artinya menjadi; dan ‘ka’ sebagai akhiran. Jadi, swastika memiliki arti ‘keadaan menuju baik’. Swastika terdiri atas sebuah palang dengan panjang ke empat lengan yang sama. Ujung setiap lengannya mengarah kearah kanan. Terkadang beberapa titik ditambahkan pada masing-masing lengannya
Swastika merupakan symbol kuno yang telah digunakan oleh berbagai budaya untuk melambangkan kehidupan, matahari, kekuasaan, kekuatan dan keberuntungan. Begitu pula dalam tradisi ajaran Agama Buddha, swastika melambangkan hal-hal yang baik dan positif. Selain itu, swastika juga merepresentasikan jejak kaki Guru Agung Buddha (Buddhapada). Swastika kerap kali digunakan sebagai tanda atau icon dalam sebuah teks Buddhis. Di Republik Rakyat Cina dan di Jepang, swastika digambarkan sebagai symbol kemajemukan, kebahagiaan, kesejahteraan dan umur yang panjang. Saat ini, swastika masih digunakan sebagai tanda istimewa pada patung-patung Guru Agung Buddha dan wihara-wihara. Dalam ajaran Agama Buddha aliran Tibet, swastika juga digunakan sebagai dasar dalam pola pakaian.









PELAJARAN AGAMA BUDDHA

Selamat datang di Suvatthi hotu, Semoga Anda berbahagia.
Di bawah ini adalah bagian materi atau mata pelajaran agama Buddha 
semoga bermanfaat, tentunya Admin membutuhkan saran yang membangun 
untuk kemajuan blog kami ini.
Like, Share and Comment. Terima kasih :)
--------------------------------------------------------------------------------------

Guru Agung Umat Buddha

Hari Raya Agama Buddha

→ Menghormati Bodhisattva

Menghormati Makhluk Suci

Puja Bakti dalam Agama Buddha

Rohaniwan Agama Buddha

Silsilah Para Buddha (Buddhavamsa)

Tripitaka

Tempat Ibadah Agama Buddha


Postingan Unggulan

MENGHARGAI SESAMA DAN LINGKUNGAN DAN SOAL AKM

  MENGHARGAI SESAMA DAN LINGKUNGAN Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas : III (Tiga) SD Kurikulum : Kurikulum Mer...

Postingan Populer