WILASA ABHIMANGGALA

WAISAK (VESAK): Sejarah, Makna, dan Relevansi dalam Tradisi Buddhis

 WAISAK (VESAK): Sejarah, Makna, dan Relevansi dalam Tradisi Buddhis

1. Definisi dan Nama Hari Raya Waisak

Hari Raya Waisak (bahasa Sansekerta Vaisakha, bahasa Pali Vesakha) adalah perayaan paling penting dalam kalender Buddhis yang dirayakan oleh jutaan umat Buddha di seluruh dunia. Dalam tradisi Theravada, perayaan ini diperingati sebagai Hari Raya Trisuci Waisak yang menandai tiga peristiwa besar dalam kehidupan Siddhartha Gautama (kemudian dikenal sebagai Buddha Shakyamuni): kelahiran, pencerahan, dan wafatnya (Parinibbāna).

Secara internasional, Vesak juga dikenal sebagai Buddha Jayanti, Buddha Purnima, atau Saga Dawa Düchen tergantung tradisi dan negara.


2. Sejarah Perayaan Waisak

2.1 Asal Usul Perayaan

Tanggal awal mula perayaan Waisak tidak tercatat secara eksplisit dalam teks Buddhis awal seperti Tipitaka (termasuk Sutta Pitaka), karena Tipitaka/Sutta Piṭaka adalah koleksi ajaran dan khotbah Buddha, bukan kronik perayaan ritual yang kemudian berkembang. Dalam canon Pali sendiri tidak ada penyebutan langsung tentang “Waisak” sebagai hari raya tertentu. Tradisi menentukan tanggal perayaan ini berkembang belakangan berdasarkan kalender bulan.

Namun dalam tradisi Buddhis Theravada dianggap bahwa ketiga kejadian—kelahiran, pencerahan, dan Parinibbāna—terjadi pada hari purnama di bulan Vesakha, meskipun bukti tekstual historisnya tidak pasti dan lebih merupakan bagian dari kepercayaan ritual/kalender umat Buddha.

2.2 Formalisasi sebagai Hari Raya ( abad ke-20 dan sebelumnya )

Perayaan seperti dikenali saat ini terutama berkembang dalam bentuk komunitas Buddhis di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pada tahun 1950, World Fellowship of Buddhists menetapkan secara formal hari Vesak ini sebagai perayaan yang mengenang tiga peristiwa tersebut secara serentak di seluruh dunia.

Kemudian pada tahun 1999, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui Vesak sebagai hari internasional yang memperingati kontribusi ajaran Buddha terhadap kemanusiaan, termasuk pesan perdamaian dan toleransi yang relevan lintas budaya.


3. Makna Tri Suci Waisak

Waisak adalah peringatan Tri Suci, yaitu tiga kejadian penting:

3.1 Kelahiran Siddhartha Gautama

Siddhartha Gautama lahir di Lumbini (kini di perbatasan Nepal dan India) sebagai putra Raja Suddhodana. Ia lahir ke dunia sebagai seorang bodhisatta — calon Buddha yang kemudian akan mencapai kebijaksanaan tertinggi.

3.2 Pencerahan (Bodhi)

Pada usia sekitar 35 tahun di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya, India, Siddhartha mencapai pencerahan sempurna dan menjadi Buddha — “yang tercerahkan”. Ini merupakan inti spiritual dari ajaran Buddhis: pembebasan dari penderitaan melalui pemahaman dan praktik Dharma.

3.3 Parinibbāna (Wafat)

Buddha wafat pada usia 80 tahun di Kusinara, suatu peristiwa yang dikenal sebagai Parinibbāna — pembebasan total dari siklus kelahiran kembali (saṃsāra). Ini bukan “kematian” secara teologis, tetapi simbol akhir pembebasan.

Ketiga peristiwa ini dilihat sebagai satu rangkaian peristiwa yang sangat bermakna, sehingga semua diperingati pada satu hari purnama khas Vesakha.


4. Hubungan dengan Sutta Pitaka dan Tipitaka

4.1 Tipitaka dan Sutta Piṭaka

Tipitaka, atau Pali Canon, adalah koleksi teks suci Buddhis Theravāda. Tiga bagian utamanya adalah:

  1. Vinaya Piṭaka — aturan dan tata tertib Sangha

  2. Sutta Piṭaka — khotbah-khotbah Buddha dan ajaran moral

  3. Abhidhamma Piṭaka — penjelasan filosofis/detail ajaran

Dalam Sutta Piṭaka, kita menemukan banyak ajaran Buddha tentang Dhamma (ajaran ajaran moral dan meditasi), tetapi tidak ada referensi eksplisit tentang nama “Vaisak” (Waisak) sebagai festival dalam teks itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa nama raya ini muncul sebagai tradisi budaya-keagamaan setelah periode awal Buddhisme.

4.2 Teks Buddhavaṃsa dan Narasi Kehidupan Buddha

Buddhavaṃsa — bagian dari Khuddaka Nikāya dalam Sutta Pitaka — berisi riwayat hidup Buddha dan para Buddha sebelumnya. Meskipun teks ini tidak menetapkan Waisak sebagai hari raya, ia memberikan narasi penting tentang perjalanan kehidupan Buddha yang kemudian menjadi dasar perayaan Trisuci.


5. Ritual, Praktik, dan Simbolisme dalam Waisak

5.1 Ritual Umum

Perayaan Waisak sering mencakup beberapa ritual seperti:

  • Puja Bhakti: penghormatan dan doa kepada Buddha.

  • Pindapata: persembahan makanan kepada Sangha.

  • Meditasi dan penguatan sila: merenungkan ajaran moral Buddha.

  • Pelepasan hewan/ lampion: simbol kebebasan dan penerangan batin.

5.2 Makna Spiritualitas

Waisak bukan sekadar peringatan historis: ini adalah momentum refleksi spiritual dan dorongan bagi umat Buddha untuk lebih giat meneladani nilai kasih sayang, kebajikan, dan pencerahan — inti ajaran Buddha.


6. Signifikansi Kultural dan Global

Perayaan Waisak juga memiliki makna sosial dan budaya:

  • Meneguhkan identitas umat Buddha di berbagai negara seperti Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Indonesia, dan India.

  • Diperingati secara internasional melalui PBB sebagai momentum toleransi dan perdamaian.

  • Menjadi momen dialog antaragama karena nilai-nilai universal yang diusung seperti kasih sayang, damai, dan kebajikan.


7. Kesimpulan

Secara akademis, Waisak dapat dilihat dari dua dimensi:

  1. Tradisi Buddhis ritual-kultural, yang berkembang di komunitas Buddhis sepanjang Asia dan diformalkan pada abad ke-20.

  2. Ajaran spiritual Buddhis, yang akar filosofisnya berasal dari perjalanan hidup Buddha — seperti diceritakan dalam Buddhavaṃsa dan sumber-sumber Buddhis awal — meski nama perayaan itu sendiri tidak disebut secara eksplisit dalam Sutta Pitaka.

Waisak bukan sekadar perayaan kelahiran atau wafatnya Buddha, tetapi momentum spiritual untuk merenungkan inti ajaran Buddha: pembebasan dari penderitaan dan penanaman kebajikan yang membawa manfaat bagi individu dan masyarakat.

Chord gitar dan lirik lagu Naff - Kenanglah Aku lengkap dengan fitur transpose otomatis, gambar chord

"Naff - Kenanglah Aku adalah lagu balada romantis yang sangat populer dan sering dimainkan dengan gitar akustik. Lagu ini memiliki nuansa lembut, menyentuh, dan cocok untuk mengiringi momen santai, renungan, ataupun ungkapan perasaan yang tulus.

Di halaman ini kamu bisa langsung memainkan lagu ini menggunakan fitur transpose otomatis untuk menyesuaikan nada suara, serta gambar bentuk chord gitar agar lebih mudah saat berpindah posisi jari. Lagu ini cocok dimainkan oleh pemula hingga tingkat menengah.

Jika kamu masih kesulitan memainkan bar chord seperti Bm atau F#, kamu bisa latihan bertahap atau menggunakan versi alternatif terlebih dahulu untuk melancarkan jari.

🎼 Tips agar terdengar lebih emosional

  • Main pelan di verse, lebih kuat di bagian reff
  • Tambahkan dinamika (pelan–kuat) saat masuk kalimat "tapi cintaku padamu luar biasa"
  • Akhiri lagu dengan petikan pelan agar terasa lebih menyentuh

Latihan rutin 10–15 menit per hari mampu meningkatkan kekuatan jari, perpindahan chord, dan rasa musikalitas kamu. Lagu ini sangat bagus untuk melatih penghayatan saat bermain gitar.

Chord dan Lirik Lagu

Chord Gitar & Lirik Naff - Kenanglah Aku (Transpose + Gambar Chord)

Semoga Anda Berbahagia, Panjang Umur dan Rejeki Melimpah

Transpose Chord
Naff - Kenanglah Aku


 Naff  kenanglah aku  
 [intro]  C G/B Am Dm C G 
 
C     G/B       Am         
karamnya cinta ini 
Dm                 F            G 
tenggelamkanku di duka yang terdalam 
C       G/B   Am         
hampa hati terasa 
Dm                  F           G 
kau tinggalkanku meski ku tak rela 
 
  F          G           Am 
salahkah diriku hingga saat ini 
   Dm              F            G 
ku masih mengharap kau tuk kembali 
 
 [ chorus ] 
F         G          C 
mungkin suatu saat nanti 
 Dm           G           C7                     
kau temukan bahagia meski tak bersamaku 
  F        G          Am 
bila nanti kau tak kembali 
          Dm                 G 
kenanglah aku sepanjang hidupmu 
                                                        
 [ interlude ]  F Em Dm G C 
            F Em Dm G 
 
C     G/B       Am         
karamnya cinta ini 
Dm                 F            G 
tenggelamkanku di duka yang terdalam 
C       G/B   Am         
hampa hati terasa 
Dm                  F           G 
kau tinggalkanku meski ku tak rela 
                                    
  F          G           Am 
salahkah diriku hingga saat ini 
   Dm              F            G 
ku masih mengharap kau tuk kembali 
 
[chorus] 
F         G          C 
mungkin suatu saat nanti 
 Dm           G           C7                     
kau temukan bahagia meski tak bersamaku 
  F        G          Am 
bila nanti kau tak kembali 
          Dm                 G 
kenanglah aku sepanjang hidupmu 
 
F         G          C 
mungkin suatu saat nanti 
 Dm           G           C7                     
kau temukan bahagia meski tak bersamaku 
  F        G          Am 
bila nanti kau tak kembali 
          Dm                 G 
kenanglah aku sepanjang hidupmu 
 
 [outro]  F Em Dm G C

#ChordLagu #ChordGitar #TransposeChord #LaguIndie #MusikIndonesia #GambarChord #LirikChord #ChordGitar #KunciGitar #BelajarGitar #TutorialGitar #ChordMudah #GitarPemula #ChordAkustik #LaguIndonesia #LaguViral #ChordGampang #KunciDasar #ChordLagu #GitarAkustik #LaguTerbaru #LirikLagu #ChordLengkap #LaguCinta #LaguPop #BelajarMusik #LaguFavorit #TutorialGitarPemula #GitarCover #KunciGitarMudah

Ayahku Sahabatku Lirik dan Maknanya

Berikut makna lirik lagu “Ayahku Sahabatku” secara keseluruhan, disampaikan dengan bahasa sederhana dan mendalam:

Makna Umum

Lagu ini menggambarkan rasa cinta, bangga, dan terima kasih seorang anak kepada ayahnya. Ayah tidak hanya dipandang sebagai orang tua, tetapi juga sahabat, pelindung, dan sumber kehangatan dalam keluarga.

Penjelasan per Bagian

1. Rasa bangga dan hormat
Lirik awal menunjukkan perasaan batin seorang anak yang selalu merasa bangga memiliki ayah seperti itu. Ayah menjadi sosok yang dihormati dan dicintai dari hati yang paling dalam.

2. Ayah sebagai sahabat dan sumber kehidupan
Ayah digambarkan bukan hanya sebagai kepala keluarga, tetapi juga sahabat dekat. Ungkapan bahwa ayah adalah “matahari di rumah” melambangkan:

  • Sumber kehangatan

  • Pemberi semangat

  • Penopang kehidupan keluarga

3. Ayah sebagai penenang saat dukkha
Kata dukkha (penderitaan/batin yang gelisah) menegaskan bahwa ayah selalu hadir:

  • Saat anak sedih

  • Saat gelisah dan bingung

  • Siap mendengarkan tanpa menghakimi

Ini menunjukkan kasih sayang ayah yang penuh perhatian dan kesabaran.

4. Rumah sebagai surga
Pada bagian reff, ayah digambarkan sebagai sosok yang menciptakan suasana rumah yang damai, aman, dan bahagia. “Surga di rumah” bukan kemewahan, tetapi:

  • Kehangatan

  • Rasa aman

  • Cinta dan kebersamaan

Nilai yang Disampaikan

  • Kasih sayang orang tua

  • Peran ayah dalam membentuk kebahagiaan keluarga

  • Rasa syukur dan bakti anak kepada orang tua

Jika dilihat dari nilai Buddhis, lagu ini sejalan dengan ajaran:

  • Kataññu–katavedi (tahu berterima kasih dan membalas budi)

  • Hormat kepada orang tua sebagai kebajikan besar

Sejarah Singkat Lagu “Anatta” Arti Lirik lagu "Anatta" Mari kita belajar Dhamma :)

 

Sejarah Singkat Lagu “Anatta”

Lagu “Anatta” ciptaan B. Giri Rakkhito M. T merupakan salah satu lagu Buddhis yang bertema Dhamma mendalam, khususnya tentang ajaran Anatta (tanpa inti diri). Lagu ini banyak digunakan dalam kegiatan pembinaan umat Buddha, seperti puja bakti, pembelajaran Dhamma, maupun refleksi batin.

Karya ini muncul sebagai bagian dari upaya memperkenalkan ajaran inti Buddha melalui media seni dan musik, sehingga Dhamma tidak hanya dipelajari secara konseptual, tetapi juga dirasakan dan direnungkan melalui lirik dan melodi.

Dalam tradisi Buddhis, seni—termasuk lagu—dipandang sebagai sarana upaya (upāya) untuk membantu makhluk memahami kebenaran sesuai dengan kapasitasnya.


Kaitan Lirik Lagu “Anatta” dengan Ajaran Dhamma

Lirik lagu Anatta secara jelas menggambarkan salah satu dari Tiga Corak Umum Kehidupan (Tilakkhaṇa), yaitu:

  • Anicca (tidak kekal)

  • Dukkha (penderitaan)

  • Anatta (tanpa inti diri)

Fokus utama lagu ini adalah Anatta, sesuai dengan ajaran Sang Buddha bahwa tidak ada “aku”, “jiwa”, atau “diri” yang kekal dalam lima kelompok kehidupan (pañcakkhandha).


1. Anatta sebagai Kesunyataan Akhir

“Anatta itulah sesuatu tanpa aku serta tanpa inti
Dalam Kesunyataan akhir, tiada makhluk jiwapun pribadi”

Bagian ini selaras dengan ajaran Paramattha Dhamma, bahwa pada tingkat kebenaran tertinggi hanya ada:

  • Nama (batin)

  • Rūpa (materi)

Tanpa adanya entitas tetap yang bisa disebut “aku” atau “jiwa”.


2. Penolakan Konsep Diri yang Kekal

“Tiada sesuatu kesatuan benda yang disebut diri
Nan tinggal kekal sepanjang masa namun berubah selalu”

Lirik ini mencerminkan penjelasan Sang Buddha bahwa:

  • Segala sesuatu selalu berubah (anicca)

  • Sesuatu yang berubah tidak mungkin menjadi diri sejati

Ini sejalan dengan ajaran dalam Anatta-lakkhaṇa Sutta, khotbah kedua Sang Buddha.


3. Manusia sebagai Proses, Bukan Pribadi Tetap

“Hanya batin dan materi
Bukan makhluk bukan jiwa
Bukan suatu pribadi”

Bagian reff menegaskan bahwa yang disebut “manusia” hanyalah:

  • Proses batin dan jasmani

  • Rangkaian sebab dan kondisi

  • Bukan entitas kekal


4. Hubungan Anatta dengan Berakhirnya Samsara

“Bagi yang melihat kebenaran sejati serta sadar diri
Baginya lenyaplah avijja roda Samsara dapat di atasi”

Ini menunjukkan hubungan langsung antara:

  • Pemahaman Anatta

  • Lenyapnya avijja (kebodohan batin)

  • Terhentinya penderitaan dan kelahiran kembali (Samsara)

Pemahaman Anatta bukan sekadar teori, tetapi kunci pembebasan batin.


Kesimpulan Makna Dhamma dalam Lagu “Anatta”

Lagu Anatta bukan hanya lagu rohani, tetapi:

  • Media perenungan Dhamma

  • Sarana pendidikan Buddhis

  • Pengingat bahwa kemelekatan pada “aku” adalah sumber penderitaan

Melalui lirik yang sederhana namun mendalam, lagu ini membantu umat Buddha mendekatkan ajaran luhur Sang Buddha ke dalam kehidupan sehari-hari.


“Memahami Anatta bukan berarti kehilangan diri,
melainkan terbebas dari penderitaan karena melekat pada diri.”

Apakah Semua AI di Masa Depan Akan Berbayar? Ini Penjelasan Lengkapnya

 Apakah Semua AI di Masa Depan Akan Berbayar? 

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin cepat. Banyak orang mulai bertanya:
“Apakah di masa depan semua AI akan berbayar?”
Apakah kita akan dipaksa membayar hanya untuk belajar, bekerja, atau berkarya?

Jawabannya: tidak sesederhana itu.


1. Apakah Semua AI Akan Berbayar?

Tidak semua AI akan berbayar.
Namun, di masa depan kemungkinan besar akan ada dua jenis layanan AI:

  1. AI Gratis

    • Fitur terbatas

    • Ada batas penggunaan (kuota)

    • Kecepatan standar

    • Cocok untuk belajar dan kebutuhan ringan

  2. AI Berbayar

    • Lebih cepat dan stabil

    • Fitur lebih lengkap

    • Cocok untuk pekerjaan profesional dan bisnis

Ini mirip seperti:

  • YouTube (gratis & premium)

  • Aplikasi belajar

  • Game dan software desain

Versi gratis tetap ada, tapi versi terbaik biasanya berbayar.


2. AI yang Kemungkinan Tetap Gratis (atau Semi Gratis)

Beberapa jenis AI yang kemungkinan tetap bisa diakses gratis di masa depan antara lain:

AI Open Source

  • Dibuat komunitas

  • Bisa dipakai gratis

  • Biasanya butuh sedikit kemampuan teknis

  • Contoh: model AI yang dirilis untuk umum oleh komunitas global

AI Edukasi

  • Disediakan untuk pelajar dan pendidik

  • Digunakan untuk pembelajaran

  • Biasanya ada versi gratis dengan batasan

AI dengan Sistem Freemium

  • Gratis untuk penggunaan dasar

  • Bayar jika butuh fitur lanjutan

  • Cocok untuk content creator pemula

AI Lokal / Komunitas

  • Dikembangkan oleh universitas atau komunitas

  • Fokus pada bahasa dan kebutuhan lokal

  • Lebih terbuka dan terjangkau


3. Cara Memanfaatkan AI Tanpa Harus Selalu Bayar

Kabar baiknya, kita tetap bisa memanfaatkan AI secara maksimal tanpa biaya besar, dengan cara:

Gunakan AI untuk Ide, Bukan Sekadar Hasil

AI sangat kuat untuk:

  • Brainstorm ide

  • Membuat kerangka tulisan

  • Menyusun konsep konten

  • Merangkum materi

Hasil akhirnya tetap bisa kamu kembangkan sendiri.


Kombinasikan Beberapa AI Gratis

Setiap AI punya kelebihan masing-masing:

  • Satu untuk menulis

  • Satu untuk gambar

  • Satu untuk riset

Dengan strategi yang tepat, fitur gratis sudah sangat cukup.


Tingkatkan Skill Manusia

AI akan selalu kalah dalam:

  • Empati

  • Nilai moral

  • Kreativitas bermakna

  • Pengalaman hidup

Orang yang punya skill berpikir, menulis, mengajar, dan berkarya tetap unggul meski AI berkembang.


4. Sudut Pandang Buddhis tentang Teknologi dan Masa Depan

Dalam ajaran Buddha, teknologi bukanlah musuh.
Yang terpenting adalah niat dan cara penggunaannya.

Prinsip Utama:

Segala sesuatu muncul karena sebab dan kondisi.

AI pun demikian.
Ia bisa menjadi alat kebaikan atau sumber penderitaan, tergantung bagaimana kita menggunakannya.


Nilai Buddhis yang Relevan dengan AI:

  • Paññā (Kebijaksanaan)
    Gunakan AI dengan kesadaran, bukan ketergantungan.

  • Hiri & Ottappa
    Malu dan takut berbuat salah, termasuk menyalahgunakan teknologi.

  • Jalan Tengah
    Tidak menolak teknologi, tapi juga tidak diperbudak olehnya.


Kesimpulan Buddhis

AI seharusnya:

  • Membantu manusia berkembang

  • Meringankan penderitaan

  • Mendukung pembelajaran dan kebajikan

Bukan menggantikan nilai kemanusiaan.


5. Penutup: Haruskah Kita Takut Masa Depan AI?

Tidak perlu takut.
Yang penting adalah:

  • Terus belajar

  • Beradaptasi

  • Menggunakan teknologi dengan bijak

AI hanyalah alat.
Manusia yang sadar, bijak, dan beretika tetap memegang kendali masa depan.


“Teknologi berkembang cepat, tetapi kebijaksanaan harus berjalan lebih dulu.”

D`Bagindas - CINTA Chord & Lirik | Kunci Gitar Mudah Pemula

D`Bagindas - CINTA Chord & Lirik | Kunci Gitar Mudah Pemula

D`Bagindas - CINTA (Chord & Lirik)

Kunci Gitar Mudah untuk Pemula + Transpose Otomatis

Lagu “CINTA” dari D`Bagindas merupakan lagu legendaris Indonesia yang sangat cocok dimainkan menggunakan gitar akustik. Di halaman ini tersedia lirik dan chord lengkap, fitur transpose otomatis, serta susunan chord yang ramah untuk pemula.

Transpose Chord

D`Bagindas - CINTA
[intro]  Em Bm C G 
        Em Bm C D 
 
         G       C           G 
berapa kali ku harus katakan cinta 
         G       C           D 
berapa lama ku harus menunggumu 
            C         G 
diujung gelisah ini aku 
               C            G 
tak sedetikpun tak ingat kamu 
          Em            Bm 
namun dirimu masih begitu 
     C              D 
acuhkanku tak mau tahu 
 
Em                      Bm 
luka ,  luka ,  luka yang kurasakan 
   C                       G 
bertubi ,  tubi ,  tubi engkau berikan 
Em                    Bm 
cinta ku bertepuk sebelah tangan 
  C                     D 
tapi aku balas senyum keindahan 
 
 
 [ chorus ] 
              Em D 
bertahan satu cinta 
              C       G 
bertahan satu C . i . n . t . A 
              Em D 
bertahan satu cinta 
              C       G 
bertahan satu C . i . n . t . A 
 
          G          C              G 
pernahkah engkau sejenak mengingat aku 
           G            C                D 
pernahkah ingat walau seperti angin berlalu 
           C         G 
disetiap malam kini aku 
               C           G 
tak sedetikpun tak ingat kamu 
          Em           Bm 
namun dirimu masih begitu 
    C               D 
acuhkanku tak mau tahu 
 
Em                      Bm 
luka ,  luka ,  luka yang kurasakan 
   C                       G 
bertubi ,  tubi ,  tubi engkau berikan 
Em                    Bm 
cinta ku bertepuk sebelah tangan 
  C                     D 
tapi aku balas senyum keindahan 
 
 
 [ chorus ] 
              Em D 
bertahan satu cinta 
              C       G 
bertahan satu C . i . n . t . A 
              Em D 
bertahan satu cinta 
              C       G 
bertahan satu C . i . n . t . A 
 
 [ solo ]  Em Bm C G 
       Em Bm C D 
 
Em                      Bm 
luka ,  luka ,  luka yang kurasakan 
   C                       G 
bertubi ,  tubi ,  tubi engkau berikan 
Em                    Bm 
cinta ku bertepuk sebelah tangan 
  C                     D 
tapi aku balas senyum keindahan 
 
 
 [ chorus ] 
              Em D 
bertahan satu cinta 
              C       G 
bertahan satu C . i . n . t . A 
              Em D 
bertahan satu cinta 
              C       G 
bertahan satu C . i . n . t . A 
              Em D 
bertahan satu cinta 
              C       G 
bertahan satu C . i . n . t . A 
              Em D 
bertahan satu cinta 
              C       G 
bertahan satu C . i . n . t . A

Tag Populer

#D`Bagindas #CINTA #ChordLetto #ChordGitarMudah #KunciGitarPemula #LirikDanChord #BelajarGitar #ChordIndonesia #TransposeChord

Postingan Unggulan

WAISAK (VESAK): Sejarah, Makna, dan Relevansi dalam Tradisi Buddhis

  WAISAK (VESAK): Sejarah, Makna, dan Relevansi dalam Tradisi Buddhis 1. Definisi dan Nama Hari Raya Waisak Hari Raya Waisak (bahasa Sans...

Postingan Populer