WILASA ABHIMANGGALA

KULANGKAHKAN KAKI LIRIK CHORD LAGU BUDDHIS

Intro:

C Am F G,

C Am F-G C G-G

 

(Verse)

C                                   Am

Satu satu kulangkahkan kaki

                   F                                        G

mengikuti jalanMu oh Sang Buddha

C                                         Am

Tak terasa s’makin jauh melangkah

                    F                                          G

Semakin kurasakan hangat kasihMu

 

(Chorus)

              Am     Em                         Am

Kini kusadari betapa besarNya

 

                           Em                         F                               G

kasih yang Kau pancarkan padaku,.. oh Sang Buddha…

 

              Am                               Em     Am

KasihMu seperti sejuknya udara

 

                             Em                      F                          G

Yang mengalir di relung nafasku dan hidupku…

 

C                   Am                F                 G  G7

Ku langkahkan kaki selalu di jalanMu

 

C                  Am                   F   G                      C          F-G

Ku langkahkan kaki menuju,....  kebahagiaan...

 

 

Music:

C Em F C G

C Em F-G C F-G

 

Back to Verse - Chorus

 

 

 


 



Judul:
Tutorial Gitar Lolot – Silih Silih Kambing (Lengkap Chord, Strumming & Petikan) | Step By Step

Deskripsi:
Belajar gitar lagu Bali yang populer “Silih Silih Kambing” dari Lolot dengan cara yang mudah dan lengkap! 🎸
Di video ini kamu akan belajar mulai dari chord dasar, pola strumming, hingga petikan supaya lagu terdengar lebih hidup.

Cocok untuk:
✔ Pemula yang baru belajar gitar
✔ Yang ingin mengiringi lagu Bali dengan santai
✔ Yang mau tampil akustik dengan lagu khas Bali

Yang dipelajari di video ini:

  • Chord lengkap dan mudah diikuti
  • Pola strumming yang enak didengar
  • Tips supaya suara gitar lebih rapi dan tidak fals
  • Bonus variasi petikan biar makin keren

Jangan lupa:
👍 Like kalau bermanfaat
💬 Comment lagu Bali lain yang ingin dipelajari
🔔 Subscribe untuk tutorial gitar lainnya

#tutorialgitar
#lolot
#silihsilihkambing
#gitarpemula
#lagubali
#belajargitar
#chordgitar
#strumminggitar

KASIH BUDDHA LIRIK LAGU BUDDHIS

[Intro]


[Verse 1]

Rasakan damai kicauan burung

Demikianlah kasih Buddha

Rasakan hangat mentari pagi

Demikianlah kasih Buddha

 

[Verse 2]

Tiada terukur dalam lautan

Demikianlah kasih Buddha

Tiada terbayang luasnya dunia

Demikianlah kasih Buddha

 

[Chorus]

Kasihnya bagaikan setetes embun pagi

Memberikan rasa sejuk serta damai di hati

Kasihnya bagaikan bintang di malam hari

Menerangi hati kita bila di kegelapan

 

[Instrumental Solo]

 

[Verse 2]

Tiada terukur dalam lautan

Demikianlah kasih Buddha

Tiada terbayang luasnya dunia

Demikianlah kasih Buddha

 

[Chorus]

Kasihnya bagaikan setetes embun pagi

Memberikan rasa sejuk serta damai di hati

Kasihnya bagaikan bintang di malam hari

Menerangi hati kita bila di kegelapan

 

[Outro]

GITA KATHINA LIRIK

[Intro]

[Verse 1]

Hari bakti umat Budha

Kepada Sanggha yang maha mulia

Dalam memperingati selesainya

Musim wasa di India

 

[Chorus]

Di hari bahagia ini

Kita memberi dana

Dengan hati tulus ikhlas

Serta tanpa pamrih

 

[Instrumental Break]

[Verse 2]

Hari bakti umat Budha

Kepada Sanggha yang maha mulia

Dalam memperingati selesainya

Musim wasa di India

 

[Chorus]

Di hari bahagia ini

Kita memberi dana

Dengan hati tulus ikhlas

Serta tanpa pamrih

 

[Outro]

 

Bangunlah Lirik Lagu Buddhis

 [Verse 1]

Bangunlah, jangan lengah

Hidup di dunia ini

Harus ditempuh dengan benar

Jangan ragu dan terlena

[Verse 2]

Bangunlah, jangan lengah

Hidup di dunia ini

Harus dilakukan dengan cermat

Untuk dilihat dengan cermat


[Chorus]

Yang menjalani dengan benar

Akan bahagia sekarang dan nanti

Bagai matahari yang bersinar

Bagai bulan yang bercahaya

 

[Chorus Repeat]

Yang menjalani dengan benar

Akan bahagia sekarang dan nanti

Bagai matahari yang bersinar

Bagai bulan yang bercahaya

[Verse 3]

Bangunlah, jangan lengah

Hidup di dunia ini

Harus ditempuh dengan benar

Jangan ragu dan terlena


[Verse 4]

Bangunlah, jangan lengah

Hidup di dunia ini

Harus dilakukan dengan cermat

Untuk dilihat dengan cermat

 

[Chorus]

Yang menjalani dengan benar

Akan bahagia sekarang dan nanti

Bagai matahari yang bersinar

Bagai bulan yang bercahaya

 

[Chorus Repeat]

Yang menjalani dengan benar

Akan bahagia sekarang dan nanti

Bagai matahari yang bersinar

Bagai bulan yang bercahaya


[Outro]

Belajar gitar Hail To The King dari Avenged Sevenfold dengan mudah dan lengkap!



Link youtube: https://youtu.be/BEA6_fsfP4M

Belajar gitar Hail To The King dari Avenged Sevenfold dengan mudah dan lengkap! Di video ini kamu akan belajar: ✔️ Riff utama yang ikonik ✔️ Teknik melody khas rock/metal ✔️ Tips supaya melody gitarmu mirip versi aslinya Tutorial ini cocok buat kamu yang sudah menguasai chord dasar dan ingin naik level ke permainan rock yang lebih keren 💪 Jangan lupa: 👍 Like video ini 💬 Comment lagu yang ingin ditutorialkan selanjutnya 🔔 Subscribe untuk tutorial gitar keren lainnya! 🔥 HASHTAG #AvengedSevenfold #HailToTheKing #TutorialGitar #GitarRock #BelajarGitar #GuitarLesson #GuitarCover #MetalRiff #SynysterGates #GitarIndonesia #BelajarRiff #GuitarTutorial

WAISAK (VESAK): Sejarah, Makna, dan Relevansi dalam Tradisi Buddhis

 WAISAK (VESAK): Sejarah, Makna, dan Relevansi dalam Tradisi Buddhis

1. Definisi dan Nama Hari Raya Waisak

Hari Raya Waisak (bahasa Sansekerta Vaisakha, bahasa Pali Vesakha) adalah perayaan paling penting dalam kalender Buddhis yang dirayakan oleh jutaan umat Buddha di seluruh dunia. Dalam tradisi Theravada, perayaan ini diperingati sebagai Hari Raya Trisuci Waisak yang menandai tiga peristiwa besar dalam kehidupan Siddhartha Gautama (kemudian dikenal sebagai Buddha Shakyamuni): kelahiran, pencerahan, dan wafatnya (Parinibbāna).

Secara internasional, Vesak juga dikenal sebagai Buddha Jayanti, Buddha Purnima, atau Saga Dawa Düchen tergantung tradisi dan negara.


2. Sejarah Perayaan Waisak

2.1 Asal Usul Perayaan

Tanggal awal mula perayaan Waisak tidak tercatat secara eksplisit dalam teks Buddhis awal seperti Tipitaka (termasuk Sutta Pitaka), karena Tipitaka/Sutta Piṭaka adalah koleksi ajaran dan khotbah Buddha, bukan kronik perayaan ritual yang kemudian berkembang. Dalam canon Pali sendiri tidak ada penyebutan langsung tentang “Waisak” sebagai hari raya tertentu. Tradisi menentukan tanggal perayaan ini berkembang belakangan berdasarkan kalender bulan.

Namun dalam tradisi Buddhis Theravada dianggap bahwa ketiga kejadian—kelahiran, pencerahan, dan Parinibbāna—terjadi pada hari purnama di bulan Vesakha, meskipun bukti tekstual historisnya tidak pasti dan lebih merupakan bagian dari kepercayaan ritual/kalender umat Buddha.

2.2 Formalisasi sebagai Hari Raya ( abad ke-20 dan sebelumnya )

Perayaan seperti dikenali saat ini terutama berkembang dalam bentuk komunitas Buddhis di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pada tahun 1950, World Fellowship of Buddhists menetapkan secara formal hari Vesak ini sebagai perayaan yang mengenang tiga peristiwa tersebut secara serentak di seluruh dunia.

Kemudian pada tahun 1999, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengakui Vesak sebagai hari internasional yang memperingati kontribusi ajaran Buddha terhadap kemanusiaan, termasuk pesan perdamaian dan toleransi yang relevan lintas budaya.


3. Makna Tri Suci Waisak

Waisak adalah peringatan Tri Suci, yaitu tiga kejadian penting:

3.1 Kelahiran Siddhartha Gautama

Siddhartha Gautama lahir di Lumbini (kini di perbatasan Nepal dan India) sebagai putra Raja Suddhodana. Ia lahir ke dunia sebagai seorang bodhisatta — calon Buddha yang kemudian akan mencapai kebijaksanaan tertinggi.

3.2 Pencerahan (Bodhi)

Pada usia sekitar 35 tahun di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya, India, Siddhartha mencapai pencerahan sempurna dan menjadi Buddha — “yang tercerahkan”. Ini merupakan inti spiritual dari ajaran Buddhis: pembebasan dari penderitaan melalui pemahaman dan praktik Dharma.

3.3 Parinibbāna (Wafat)

Buddha wafat pada usia 80 tahun di Kusinara, suatu peristiwa yang dikenal sebagai Parinibbāna — pembebasan total dari siklus kelahiran kembali (saṃsāra). Ini bukan “kematian” secara teologis, tetapi simbol akhir pembebasan.

Ketiga peristiwa ini dilihat sebagai satu rangkaian peristiwa yang sangat bermakna, sehingga semua diperingati pada satu hari purnama khas Vesakha.


4. Hubungan dengan Sutta Pitaka dan Tipitaka

4.1 Tipitaka dan Sutta Piṭaka

Tipitaka, atau Pali Canon, adalah koleksi teks suci Buddhis Theravāda. Tiga bagian utamanya adalah:

  1. Vinaya Piṭaka — aturan dan tata tertib Sangha

  2. Sutta Piṭaka — khotbah-khotbah Buddha dan ajaran moral

  3. Abhidhamma Piṭaka — penjelasan filosofis/detail ajaran

Dalam Sutta Piṭaka, kita menemukan banyak ajaran Buddha tentang Dhamma (ajaran ajaran moral dan meditasi), tetapi tidak ada referensi eksplisit tentang nama “Vaisak” (Waisak) sebagai festival dalam teks itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa nama raya ini muncul sebagai tradisi budaya-keagamaan setelah periode awal Buddhisme.

4.2 Teks Buddhavaṃsa dan Narasi Kehidupan Buddha

Buddhavaṃsa — bagian dari Khuddaka Nikāya dalam Sutta Pitaka — berisi riwayat hidup Buddha dan para Buddha sebelumnya. Meskipun teks ini tidak menetapkan Waisak sebagai hari raya, ia memberikan narasi penting tentang perjalanan kehidupan Buddha yang kemudian menjadi dasar perayaan Trisuci.


5. Ritual, Praktik, dan Simbolisme dalam Waisak

5.1 Ritual Umum

Perayaan Waisak sering mencakup beberapa ritual seperti:

  • Puja Bhakti: penghormatan dan doa kepada Buddha.

  • Pindapata: persembahan makanan kepada Sangha.

  • Meditasi dan penguatan sila: merenungkan ajaran moral Buddha.

  • Pelepasan hewan/ lampion: simbol kebebasan dan penerangan batin.

5.2 Makna Spiritualitas

Waisak bukan sekadar peringatan historis: ini adalah momentum refleksi spiritual dan dorongan bagi umat Buddha untuk lebih giat meneladani nilai kasih sayang, kebajikan, dan pencerahan — inti ajaran Buddha.


6. Signifikansi Kultural dan Global

Perayaan Waisak juga memiliki makna sosial dan budaya:

  • Meneguhkan identitas umat Buddha di berbagai negara seperti Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Indonesia, dan India.

  • Diperingati secara internasional melalui PBB sebagai momentum toleransi dan perdamaian.

  • Menjadi momen dialog antaragama karena nilai-nilai universal yang diusung seperti kasih sayang, damai, dan kebajikan.


7. Kesimpulan

Secara akademis, Waisak dapat dilihat dari dua dimensi:

  1. Tradisi Buddhis ritual-kultural, yang berkembang di komunitas Buddhis sepanjang Asia dan diformalkan pada abad ke-20.

  2. Ajaran spiritual Buddhis, yang akar filosofisnya berasal dari perjalanan hidup Buddha — seperti diceritakan dalam Buddhavaṃsa dan sumber-sumber Buddhis awal — meski nama perayaan itu sendiri tidak disebut secara eksplisit dalam Sutta Pitaka.

Waisak bukan sekadar perayaan kelahiran atau wafatnya Buddha, tetapi momentum spiritual untuk merenungkan inti ajaran Buddha: pembebasan dari penderitaan dan penanaman kebajikan yang membawa manfaat bagi individu dan masyarakat.

Postingan Unggulan

KULANGKAHKAN KAKI LIRIK CHORD LAGU BUDDHIS

Intro: C Am F G, C Am F-G C G-G   (Verse) C                                     Am Satu satu kulangkahkan kaki                ...

Postingan Populer